Maria Elisa Hospita
12 Agustus 2019•Update: 13 Agustus 2019
Sena Guler
ANKARA
Kementerian Luar Negeri Turki menyatakan keprihatinan mereka atas meningkatnya ketegangan di ibu kota sementara Yaman, Aden, dalam beberapa hari terakhir.
"Kami sangat prihatin dengan bentrokan baru-baru ini di Kota Aden, yang telah menewaskan atau melukai banyak warga Yaman," kata kementerian dalam sebuah pernyataan tertulis.
"Sangat menyedihkan bahwa bentrokan masih terjadi selama Idul Adha, di mana seharusnya perdamaian, persahabatan, dan solidaritaslah yang seharusnya menang," tambah pernyataan itu.
Kementerian menyerukan semua pihak yang bertikai di Yaman untuk menahan diri demi mencegah eskalasi krisis politik dan kemanusiaan di negara itu.
"Turki akan terus mendukung upaya internasional yang bertujuan membangun keamanan dan stabilitas, serta melindungi persatuan dan integritas Yaman," tegas kementerian.
Ketegangan meningkat di Aden sejak Rabu, ketika pasukan Sabuk Keamanan yang didukung Uni Emirat Arab (UEA) dan loyal kepada Dewan Transisi Selatan (STC) bentrok dengan pasukan Pemerintah Libya yang diakui berdasarkan Kesepakatan Nasional (GNA).
Pada Sabtu malam, pasukan Sabuk Keamanan menduduki Istana Kepresidenan Maasheeq dan beberapa institusi pemerintah strategis.
Menurut kantor PBB di Yaman, setidaknya 40 warga sipil tewas dan 260 terluka akibat bentrokan sejak 8 Agustus.