Maria Elisa Hospita
09 Oktober 2019•Update: 09 Oktober 2019
Muhammet Emin Avundukluoglu
ANKARA
Parlemen Turki menyetujui sebuah mosi untuk memperpanjang masa penempatan pasukan di Mali dan Republik Afrika Tengah (CAR) hingga satu tahun lagi.
Perpanjangan akan berlaku mulai 31 Oktober 2019.
Penempatan pasukan itu merupakan bagian dari misi penjaga perdamaian Uni Eropa yang disetujui PBB.
Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) yang berkuasa, serta partai-partai oposisi Partai Rakyat Republik (CHP), Partai Gerakan Nasionalis (MHP), dan Good Party (IYI) mendukung mosi tersebut.
Sementara itu, Partai Demokrat Rakyat (HDP) menentang mosi itu.
Pada Selasa, parlemen Turki juga memperdebatkan mosi untuk menambah otoritas pemerintah untuk meluncurkan operasi militer lintas-perbatasan di Irak dan Suriah untuk satu tahun lagi.
Pada 2012, Dewan Keamanan PBB mengadopsi resolusi yang mengesahkan penyebaran Misi Dukungan Internasional yang dipimpin Afrika ke Mali, yang dikenal sebagai AFISMA.
Setahun kemudian, pada awal 2013, Prancis mengirim pasukan ke Afrika Barat, dan dengan bantuan Chad dan pasukan Afrika lainnya, mengusir militan dari kota-kota besar di negara itu.
Pada September 2014, Misi Stabilisasi Terpadu Multidimensional yang dimandatkan oleh PBB di Republik Afrika Tengah (MINUSCA), dikerahkan ke negara itu.