Muhammad Abdullah Azzam
05 Mei 2020•Update: 05 Mei 2020
Erdal Türkoğlu
HATAY, Turki
Turki mengobati anak perempuan penderita gangguan jantung yang tinggal di sebuah kamp pengungsian, pedesaan Idlib, Suriah.
Kementerian Dalam Negeri Turki mengatakan seorang anak perempuan, Rabi Sellum,9, yang dibawa ke Provinsi Hatay dari Idlib Suriah akan mendapatkan pengobatan intensif di Turki.
Otoritas Turki memenuhi permintaan bantuan lewat media sosial pada Rabi, seorang pasien jantung yang berjuang bertahan hidup di pedesaan Idlib.
Kini bocah perempuan Suriah itu dirawat di Rumah Sakit Hatay di Turki atas koordinasi Kantor Gubernur Hatay.
Rada Ozalp, dokter spesialis anak dari rumah sakit tersebut, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa Rabi pengidap penyakit jantung bawaan (PJB), yakni kelainan pada struktur dan fungsi jantung sejak lahir.
Ozalp menuturkan ibu Rabi juga mengalami penyakit yang sama.
“Jantung [Rabi] terlihat lebih besar dari ukuran biasa. Ada sejarah insufisiensi aorta turun-temurun di Suriah.”
“Kemungkinan akan dilakukan operasi penggantian katup, tetapi ahli bedah dan ahli jantung kita akan memutuskan dan menerapkan perawatan yang diperlukan," tutur Ozalp.
Abdo Salih Sellum, ayah Rabi, turut mendampingi anaknya itu ke Turki.
Dia mengungkapkan jantung anaknya berlubang sejak lahir dan semakin lama penyakit itu bertambah parah.
Sellum mengatakan kondisi Rabi memburuk dalam beberapa hari terakhir.
"Kami sudah pergi ke beberapa pusat medis di Idlib tapi tidak menemukan kesembuhan. Kami mengetahui pengobatan hanya bisa dilakukan di Turki. Kami sangat senang sudah berada di sini,” ujar Sellum.
Rabi dan ayahnya sangat berterima kasih atas bantuan Turki itu.
“Semoga Allah meridhoi semua orang yang mendengar suara kami dan memberi kami kesempatan ini, terutama Presiden Recep Tayyip Erdogan dan Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu,” ungkap ayah Rabi.
Dalam postingan Kemendagri Turki di Twitter, otoritas mengatakan pihaknya membawa anak Suriah itu setelah mendengarkan permohonan bantuan.