Rhany Chairunissa Rufinaldo
17 September 2020•Update: 17 September 2020
Burak Bir, Dilara Hamit
ANKARA
Turki mulai menguji vaksin Sinovac asal China pada tiga relawan dalam uji klinis pertamanya Rabu.
Menteri Kesehatan Fahrettin Koca mengatakan uji coba vaksin akan diadakan dalam dua tahap, tahap pertama pada 1.200 relawan dan tahap kedua pada 10.000 relawan.
Koca mengatakan petugas kesehatan akan berbondong-bondong menjadi relawan untuk uji klinis.
"Komunitas ilmiah sepakat bahwa studi vaksin akan menunjukkan hasil positif pada akhir tahun," ujar dia
Koca juga mengumumkan bahwa 1.771 kasus baru dilaporkan dalam 24 jam terakhir, sehingga totalnya menjadi 296.391.
Dia mengungkapkan 1.342 pasien pulih dari Covid-19 selama sehari terakhir, sementara jumlah kematian bertambah 63 orang menjadi 7.249.
Petugas kesehatan melakukan telah 112.645 tes selama 24 jam terakhir, sehingga totalnya menjadi lebih dari 8,85 juta.
Turki juga meningkatkan personel filiasi menjadi 11.238 dari 6.000 untuk memantau penyebaran virus.
Dari mereka yang terinfeksi, 7,1 persen di antaranya menderita pneumonia.
Koca mengatakan jumlah pasien dalam kondisi kritis meningkat menjadi 1.351.
“Saat ini, dunia berada dalam fase Covid-19 yang lebih sulit daripada di awal pandemi,” ungkap Koca.
Dia menambahkan bahwa studi vaksin akan menunjukkan hasil positif pada akhir tahun.
Koca menekankan 51,6 persen tempat tidur di rumah sakit sudah terisi, unit perawatan intensif beroperasi dengan kapasitas 66,3 persen dan 33,6 persen ventilator sedang digunakan.
Menteri Kesehatan juga menegaskan kembali pentingnya memakai masker serta menjaga jarak sosial dan kebersihan untuk membendung penyebaran virus.