Maria Elisa Hospita
19 Maret 2020•Update: 19 Maret 2020
Ali Murat Alhas
ANKARA
Wakil Presiden Turki mengatakan lebih dari 2.800 warga Turki dipulangkan dari sembilan negara Eropa pada Rabu.
Evakuasi itu dilakukan sesuai dengan permintaan para warga itu sendiri.
"Evakuasi berakhir pada Rabu pukul 6 pagi [0300GMT] dan sebanyak 2.807 warga akan dikarantina selama 14 hari di Istanbul dan Provinsi Kocaeli," jelas Fuat Oktay lewat Twitter.
“Semua tindakan untuk kesehatan, keselamatan, gizi, dan akomodasi mereka sudah dilakukan sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh Departemen Kesehatan [Untuk Covid-19],” imbuh dia.
Pekan lalu Turki menutup gerbang perbatasannya untuk penumpang dari Jerman, Spanyol, Prancis, Austria, Norwegia, Denmark, Swedia, Belgia, dan Belanda untuk mencegah penyebaran wabah lebih lanjut.
Pada Selasa, Turki mengkonfirmasi kematian pertama akibat virus korona. Hingga saat ini, hampir 100 kasus tercatat di Turki.
Menurut Worldometer, ada sekitar 7.900 kematian dari 197.000 kasus di seluruh dunia. Sementara itu, lebih dari 81.000 pasien sudah dinyatakan pulih.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kini menyebut episenter wabah sudah berpindah dari China ke Eropa.