Marıa Elısa Hospıta
26 Desember 2019•Update: 27 Desember 2019
Duygu Yener
ANKARA
Ketua parlemen Turki Mustafa Sentop mengungkapkan lebih dari 30.000 polisi dicopot dari jabatannya karena terafiliasi dengan Organisasi Teroris Fetullah (FETO), kelompok di balik upaya kudeta 2016.
"Sebanyak 1.866 ditangguhkan dalam penyelidikan kontraterorisme baru-baru ini," kata Sentop.
Sementara itu, 10.311 petugas dipekerjakan kembali setelah mereka terbukti tidak terlibat dalam aktivitas terorisme.
"Semoga mereka beristirahat dengan damai," ujar ketua parlemen mengenang para martir yang gugur dalam upaya kudeta.
Sentop menegaskan kembali peran penting Akademi Kepolisian dalam menjaga keamanan dan perdamaian tidak hanya secara nasional, tetapi juga internasional melalui pelatihan pasukan dari 76 negara yang berbeda.
FETO dan Fetullah Gulen, pemimpinnya yang berbasis di Amerika Serikat, merancang kudeta pada 15 Juli 2016, yang menyebabkan 251 orang tewas dan hampir 2.200 lainnya luka-luka.
Turki menuding FETO berada di balik kampanye jangka panjang untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi institusi-institusi Turki, khususnya militer, polisi, dan kejaksaan.
*Ditulis oleh Can Atalay