Maria Elisa Hospita
05 November 2019•Update: 06 November 2019
Mumin Altas
ANKARA
Wakil presiden Turki menegaskan kembali tekad Turki untuk memerangi terorisme di tengah laporan Amerika Serikat tentang terorisme yang baru-baru ini dirilis.
"Laporan terorisme AS baru-baru ini tak dapat menghentikan perjuangan kita melawan FETO atau YPG," tegas Fuat Oktay dalam sebuah kongres yang diselenggarakan oleh Dewan Pendidikan Tinggi Turki (YOK).
Dalam laporan terorisme terbarunya, Departemen Luar Negeri AS tak menyebutkan YPG/PYD maupun FETO sebagai organisasi teroris.
Pada Minggu, Turki menyebut laporan itu sebagai upaya AS untuk menutupi kerja samanya dengan kelompok teror tersebut.
FETO dan pemimpinnya yang berbasis di AS, Fetullah Gullen, merancang upaya kudeta 15 Juli 2016 di Turki, yang menyebabkan 251 orang tewas dan hampir 2.200 luka-luka.
Ankara juga menuding FETO berada di balik kampanye jangka panjang untuk menggulingkan pemerintahan melalui infiltrasi institusi-institusi Turki, khususnya militer, polisi, dan pengadilan.
Dalam kampanye terornya melawan Turki selama lebih dari 30 tahun, PKK bertanggung jawab atas kematian 40.000 orang, termasuk perempuan, anak-anak, dan bayi.
YPG / PYD adalah cabang PKK di Suriah. PKK terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan Uni Eropa.
*Ditulis oleh Zehra Nur Duz