Yasin Öztürk
17 Maret 2022•Update: 17 Maret 2022
ANKARA
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu akan mengunjungi Rusia, kemudian Ukraina, di tengah upaya diplomatik Turki untuk mengakhiri perang antara kedua negara, kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Selasa.
Menlu Cavusoglu akan melakukan pertemuan di Moskow pada Rabu sebelum melakukan perjalanan ke Ukraina pada Kamis, kata Erdogan setelah memimpin rapat kabinet selama hampir tiga jam di ibu kota Ankara.
Langkah ini diambil beberapa hari setelah Cavusoglu menjadi tuan rumah pertemuan penting dengan menlu Rusia dan Ukraina di sela-sela Forum Diplomasi Antalya, yang diadakan pekan lalu di selatan Turki.
Hampir 400 wartawan lokal dan asing datang ke kota Antalya untuk mengikuti pertemuan tersebut.
"Krisis Ukraina telah mengingatkan kita bahwa itu bukan pilihan tetapi kewajiban bagi Turki untuk menjadi lebih kuat di bidang politik, ekonomi, dan militer dan mendukung teman-teman dan saudara-saudaranya," ujar presiden.
Erdogan menambahkan bahwa dia akan bertemu dengan Presiden Polandia Andrzej Duda pada Rabu di Ankara.
Dalam Forum Diplomasi Antalya dan kunjungan baru-baru ini dari para pemimpin dunia ke Turki, Erdogan mengatakan negaranya kini menopang posisi sebagai pusat diplomasi dunia.
"Saya percaya Forum Diplomasi Antalya adalah platform penting baik dari segi profil para peserta, pesan yang diberikan di sana, dan sikap negara kita terhadap perkembangan regional dan global," sebut dia, seraya berterima kasih kepada semua orang yang berkontribusi pada forum tersebut.
Lebih dari 3.000 orang menghadiri forum yang diadakan pada 11-13 Maret dengan tema "Recoding Diplomacy."
Anadolu Agency menjadi mitra komunikasi global untuk acara tersebut, yang mengumpulkan peserta dari 75 negara, termasuk 17 kepala negara, 80 menteri, dan 39 perwakilan organisasi internasional.
Perang Rusia-Ukraina, yang dimulai 24 Februari, telah menarik kecaman internasional, menyebabkan sanksi keuangan di Moskow, dan mendorong penarikan perusahaan global dari Rusia.
Setidaknya 636 warga sipil telah tewas dan 1.125 terluka di Ukraina sejak awal perang. Sementara itu lebih dari 3 juta orang telah mengungsi.