Turki

Erdogan bantah tuduhan tentang Hagia Sophia

Tuduhan terhadap Turki tentang Hagia Sophia menargetkan hak-hak kedaulatannya secara langsung, kata Presiden Erdogan

Muhammad Abdullah Azzam   | 04.07.2020
Erdogan bantah tuduhan tentang Hagia Sophia Ilustrasi: Pemandangan Hagia Sophia terlihat saat anggota media lokal dan luar negeri melakukan siara di Sultanahmet Square, setelah inisiatif Turki untuk membuka kembali Hagia Sophia yang bersejarah menjadi sebuah masjid, di Istanbul, Turki, pada 2 Juli 2020. (Onur Çoban - Anadolu Agency)

Istanbul

Hanife Sevinc, Berk Ozkan

ISTANBUL

Presiden Turki pada Jumat menekankan klaim terhadap negaranya soal Hagia Sophia adalah serangan terhadap kedaulatan Turki secara langsung.

Berbicara pada upacara peletakan batu pertama masjid di Istanbul, Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa Turki akan selalu melindungi hak-hak Muslim dan minoritas yang tinggal di negara itu.

Pengadilan Turki akan mengumumkan putusannya tentang mengubah bangunan abad ke-6 itu menjadi masjid.

Hagia Sophia digunakan sebagai gereja selama 916 tahun. Pada 1453, situs itu diubah menjadi masjid oleh Sultan Ottoman Muhammad Al-Fatih ketika kekaisaran menaklukkan Istanbul.

Setelah karya restorasi selama era Ottoman dan penambahan menara oleh arsitek Mimar Sinan, Hagia Sophia menjadi salah satu karya terpenting arsitektur dunia.

Di era Republik Turki bangunan itu menjadi museum.

Ada beberapa kritikan terhadap langkah tersebut dari beberapa kalangan, seperti Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada Rabu mengeluarkan pernyataan yang mendesak pemerintah Turki untuk mempertahankan statusnya sebagai museum.

Ankara menyatakan bahwa kemungkinan pengubahan Hagia Sophia menjadi masjid adalah masalah internalnya.

Presiden Turki mencatat bahwa ada 435 gereja dan sinagog di Turki tempat umat Kristiani dan Yahudi dapat beribadah.

Erdogan mengatakan ada ribuan tempat ibadah bersejarah yang berasal dari periode dan peradaban yang berbeda, terutama Gobeklitepe, yang dianggap sebagai kuil pertama yang didirikan oleh umat manusia.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın