Ali Murat Alhas, Faruk Zorlu
ANKARA
Sedikitnya 20 orang tewas dalam penembakan massal di pusat perbelanjaan di El Paso, Texas, AS pada Sabtu.
Dalam konferensi pers, Gubernur Texas Greg Abbott mengatakan puluhan orang juga turut terluka dalam kejadian itu.
Sebelumnya, Enrique Castillo, juru bicara Departemen Kepolisian El Paso, mengatakan insiden itu terjadi di Walmart di Cielo Visto Mall.
Media lokal melansir rekaman kamera pengawas yang menunjukkan seorang pria bersenjata memasuki gedung dengan senapan otomatis.
CNN menyampaikan pelaku penyerangan bernama Patrick Cruises berusia 21 tahun asal Allen, Texas.
Kepala Polisi El Paso, Greg Allen, mengkonfirmasi bahwa tersangka adalah seorang lelaki kulit putih dan kini telah ditahan.
"Saat ini kami memiliki catatan pelaku yang diduga terkait dengan kejahatan rasial," kata Allen.
Sebelumnya, Wali Kota Dee Margo mengatakan beberapa tersangka telah ditahan karena inisiden ini.
"Hati kami bersama para para korban dan kami mengucapkan terima kasih atas langkah cepat merespons kejadian ini," katanya di Twitter.
Presiden Donald Trump menanggapi penembakan itu dalam sebuah pernyataan di Twitter.
“Penembakan mengerikan di El Paso, Texas. Laporan sangat buruk, banyak yang terbunuh," kata Trump.
Trump mengatakan dia telah berbicara kepada Gubernur Texas Greg Abbott dan akan bekerja sama untuk mengungkap kasus ini.
“Tuhan menyertai kalian semua!" ujar Trump.
Calon presiden AS juga mengecam serangan itu dan meminta masyarakat mengikuti instruksi polisi dan petugas keselamatan.