Pizaro Gozali İdrus
05 Maret 2019•Update: 06 Maret 2019
Pizaro Gozali
JAKARTA
Wabah campak di Filipina telah menewaskan 261 orang dari 16.349 kasus hingga 2 Maret, lansir Inquirer pada Senin.
Calabarzon tercatat sebagai wilayah kasus campak dan kematian tertinggi, masing-masing dengan 3.877 kasus dan 78 kematian.
Menurut Kementerian Kesehatan Filipina, kelompok usia yang paling terdampak campak adalah antara satu dan empat tahun dengan 4.911 kasus atau 30 persen dan 124 kematian atau 48 persen.
Filipina juga mencatat sebanyak 9.975 orang atau 61 persen dari mereka yang tertular campak belum divaksinasi.
Filipina sebelumnya mengumumkan darurat wabah campak di Metro Manila, Luzon Tengah, dan Visayas Tengah pada awal Februari karena jumlah kasus meningkat tajam di daerah-daerah tersebut.
Februari lalu, Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah turun langsung dalam kampanye informasi yang berupaya memulihkan kepercayaan publik terhadap program imunisasi pemerintah.