Regional

Raja Malaysia minta politisi tidak seret negara dalam konflik

Raja Malaysia, kata Ahmad Fadil, menekankan para politisi seharusnya menyelesaikan masalah melalui konsultasi dan proses hukum yang ada dalam konstitusi federal ketimbang terlibat perselisihan

Pizaro Gozali Idrus   | 16.10.2020
Raja Malaysia minta politisi tidak seret negara dalam konflik Raja Malaysia, Sultan Abdullah Riayatuddin Al-Mustafa Billah Shah. (Foto file - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

JAKARTA

Raja Malaysia Sultan Abdullah Ri'ayatuddin meminta para politisi tidak menyeret negara dalam situasi politik yang tidak pasti di tengah situasi pandemi Covid-19.

“Al Sultan Abdullah juga berpesan kepada anggota parlemen untuk memahami dan mewujudkan keluhan rakyat dan tidak mengabaikan kesejahteraan rakyat,” ujar juru bicara Istana Negara Ahmad Fadil Syamsuddin dalam pernyataannya pada Jumat.

Raja Malaysia, kata Ahmad Fadil, menekankan para politisi seharusnya menyelesaikan masalah melalui konsultasi dan proses hukum yang ada dalam konstitusi federal ketimbang terlibat perselisihan.

Dalam keterangan medianya, Raja Malaysia itu juga menyinggung pemberlakuan kembali Perintah Pengendalian Gerakan Bersyarat (PKPB) di Sabah, Selangor, Kuala Lumpur dan Putrajaya serta adanya beberapa klaster baru.

"Yang Mulia berpesan kepada seluruh warga negara untuk terus memainkan perannya masing-masing dan disiplin dalam mematuhi prosedur dalam membantu pihak berwenang memerangi penyebaran Covid-19 demi keselamatan pribadi dan kesejahteraan bangsa,” ujar Ahmad Fadil.

Biro Politik Umno sebelumnya menyatakan sedang mempertimbangkan diri mundur dari koalisi Perikatan Nasional yang dipimpin Perdana Menteri Muhyiddin Yassin.

Sikap ini diambil sebagai ketidakpuasan pembagian posisi pemerintah yang dianggap tidak mendukung Umno sebagai partai koalisi utama PM Muhyiddin Yassin.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.