Regional

Pengadilan Malaysia vonis perempuan Indonesia 7 hari penjara

Pramuniaga asal Indonesia mengaku telah menyebarkan kabar palsu soal Covid-19

Hayati Nupus   | 21.02.2020
Pengadilan Malaysia vonis perempuan Indonesia 7 hari penjara Ilustrasi. (Foto file-Anadolu Agency)

Jakarta Raya

JAKARTA

Pengadilan Magistrasi Malaysia memvonis pidana penjara selama tujuh hari dan denda RM1.000 atau Rp3,3 juta kepada perempuan Indonesia yang menyebarkan kabar palsu soal Covid-19.

Perempuan itu bernama Fui Lina, 31 tahun, pramuniaga pemilik akun Facebook bernama Kimiko.

Lewat akun itu, Fui Lina mengunggah informasi soal warga negara China yang terjatuh di mall, sekaligus mengimbau masyarakat untuk tak pergi ke pusat perbelanjaan demi terhindar dari infeksi virus korona tipe baru atau Covid-19.

Akibat unggahan itu, Fui Lina didakwa melanggar Bagian 505 (b) KUHP, dengan ancaman pidana penjara hingga dua tahun.

Dalam persidangan hari ini, Fui Lina mengakui pelanggaran tersebut.

Fui Lina juga meminta agar vonis yang diputuskan hanya berupa denda, sebab dia adalah orang tua tunggal dengan seorang putra berusia enam tahun.

Namun wakil jaksa penuntut umum Ahmad Hakimi Ahmad Jaafar mendesak pengadilan untuk tetap memberikan pidana penjara.

Alasannya, pelanggaran itu mengakibatkan ketakutan dan trauma publik.

“Denda saja tidak cukup untuk mencegah tersangka dan publik melakukan pelanggaran yang sama,” kata dia, kutip the Star Malaysia, pada Jumat.

Hakim Wong Chai Sia tetap menjatuhkan pidana tujuh hari penjara, lebih rendah ketimbang tuntutan sebulan masa tahanan.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın