Pızaro Gozalı Idrus
10 Januari 2020•Update: 13 Januari 2020
JAKARTA
Malaysia telah mengeluarkan peringatakan perjalanan agar warganya tidak bepergian ke Iran dan Irak menyusul meningkatnya ketegangan, lansir Bernama pada Kamis.
Malaysia juga terus memantau situasi sebelum memutusan untuk mengevakuasi warganya dari Iran dan Irak.
Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah kematian Qassem Soleimani, komandan pasukan elit Iran, yang terbunuh dalam serangan drone Amerika di dekat bandara Baghdad.
“Evakuasi terhadap warga belum dilakukan ... kami telah mengadakan pertemuan dengan berbagai instansi terkait dan memantau situasi di sana sepanjang waktu,” ujar Menteri Luar Negeri Malaysia Saifuddin Abdullah.
Saifuddin mengatakan Kedutaan Malaysia di Teheran dan Yordania terus memberikan update mengenai situasi di kawasan.
"Evakuasi kedengarannya mudah ... tapi jelas tidak seperti pergi berwisata, dan lebih sering kita tidak dapat mengumumkan rencana demi keselamatan warga kita, tetapi kita sedang membuat semua persiapan yang diperlukan," ucap Saifuddin.
Saat ini ada 163 warga negara Malaysia di Irak, yang sebagian besar adalah staf Petronas, serta beberapa dosen, sementara di Iran, tercatat ada 73 warga Malaysia.