JAKARTA
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan adalah wajar dalam transaksi bisnis para pelakunya meminta “imbalan yang layak/offset” asalkan uang tersebut tidak digunakan untuk kepentingan pribadi.
Mahathir mengomentari tuduhan United Kingdom (UK) Serious Fraud Office (SFO) soal aliran uang dari Airbus pada sebuah tim olah raga yang dikaitkan dengan dua orang eksekutif maskapai AirAsia sebagai kompensasi pembelian pesawat mereka.
Menurut Mahathir bahkan pemerintah saat melakukan pembelian peralatan, akan meminta penggantian kerugian.
“Misalnya, ketika kita membeli pesawat, kita akan meminta ganti rugi.
"Apakah Anda menganggap kompensasi sebagai penyuapan, itu terserah Anda," kata dia kepada wartawan setelah sesi dengan staf Departemen Pendidikan, Kamis dikutip dari The Star.
Dia mempertanyakan mengapa “offset” tidak boleh diterima saat melakukan pembelian pada barang berharga tinggi.
"Tetapi jika uang yang diterima dikantongi, maka itu adalah korupsi," kata dia.
Dalam bisnis, “offset” adalah ketika kerugian dalam satu bisnis dikompensasikan dengan kenaikan yang lain, atau ketika pembayaran jatuh tempo dan terhutang digunakan untuk membatalkan satu hal sama lain dalam akuntansi.
Dilaporkan bahwa Airbus akan membayar serangkaian denda hampir EUR1 miliar (RM4.5 miliar) ke United Kingdom (UK) Serious Fraud Office (SFO) setelah mengakui tingkat suap “endemik” di seluruh bisnis internasionalnya.
Dokumen hukum yang terlampir pada penyelesaian mengungkapkan bahwa Airbus membayar ratusan juta ringgit untuk mensponsori tim olahraga yang dikaitkan dengan dua eksekutif yang tidak disebutkan namanya yang digambarkan sebagai "pembuat keputusan utama" di AirAsia dan AirAsiaX, tetapi tidak terkait dengan bisnis penerbangan.
Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC) dan Komisi Sekuritas telah membuka investigasi terhadap dugaan korupsi ini, dengan MACC mengatakan bahwa itu berhubungan dengan otoritas Inggris.
AirAsia membantah tuduhan tersebut. Dalam laporan itu disebutkan bahwa Airbus membayar USD50 juta dan menawarkan USD 55 juta untuk mensponsori tim olahraga yang terkait dengan dua eksekutif AirAsia dan AirAsia X.
news_share_descriptionsubscription_contact
