Regional

Korban tewas kudeta militer Myanmar jadi 872 orang

Kelompok masyarakat sipil mencatat 5.033 orang masih ditahan hingga 20 Juni

Devina Halim   | 21.06.2021
Korban tewas kudeta militer Myanmar jadi 872 orang Suasana aksi massa yang terus terjadi di Myanmar setelah junta militer (Foto file - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

JAKARTA

Korban tewas sejak kudeta militer Myanmar bertambah dua orang hingga menjadi 872 orang, sebagaimana laporan kelompok masyarakat sipil.

Berdasarkan laporan Asosiasi Pendamping untuk Tahanan Politik (AAPP), Senin dini hari, satu korban asal Kotapraja Kani, Sagaing tewas pada Sabtu dan satu korban lainnya asal Kotapraja Kale, Sagaing tewas pada Minggu.

AAPP mencatat 5.033 orang masih ditahan hingga 20 Juni, di mana 196 orang dijatuhi hukuman.

AAPP mengungkapkan pasukan junta melepaskan tembakan untuk menangkap warga bernama Sein Min di Desa Mi Kyaung Twin, Kotapraja Kani, Sagaing, Sabtu malam.

Pasukan junta, kata AAPP, menembak Sein Min saat terbaring terluka hingga tewas, kemudian meletakkan senjata di sampingnya dan mengambil foto sehingga Sein Min terkesan sebagai anggota kelompok bersenjata.

AAPP sekaligus melaporkan pasukan junta menyandera anak laki-laki berusia 12 tahun yang sakit ketika ayah dan saudara laki-lakinya tidak dapat ditemukan di Kotapraja Kale, Sagaing, Sabtu.

Di hari dan daerah yang sama, seorang anak berusia 15 tahun bernama Kyaw Min Khant Maung juga ditangkap.

Keesokan harinya, Minggu, keluarga Kyaw Min Khant Maung diberitahu bahwa anak tersebut tewas saat diinterogasi.

Myanmar diguncang kudeta militer pada 1 Februari dengan menggulingkan pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi.

Militer berdalih pemilu yang mengantarkan Suu Kyi terpilih dengan suara terbanyak penuh kecurangan.


Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.