JAKARTA
Kapal kargo yang mengangkut 43 awak dari berbagai negara hilang saat transit di Laut China Timur, tak jauh dari Jepang.
Asisten Menteri Luar Negeri Filipina Ed Menez mengatakan 39 di antara awak kapal tersebut adalah orang Filipina.
Departemen Luar Negeri Filipina tengah melacak posisi kapal tersebut, imbuh Ed.
Selain warga Filipina, kapal itu juga mengangkut dua orang Selandia Baru, seorang Australia dan seorang Singapura.
Informasi hilangnya kapal diperoleh ketika Jepang menerima panggilan darurat dari Laut China Timur.
Penjaga pantai Jepang mengatakan sinyal alarm itu datang dini hari dari sebuah kapal yang berjarak 185 kilometer (115 mil), sebelah barat Pulau Amami Oshima Jepang.
Saat itu, angin kencang dan hujan lebat melanda semalam suntuk, dengan adanya Topan Maysak.
Mereka yakin, alarm itu bersumber dari kapal Gulf Livestock 1 yang tengah dalam perjalanan menuju Pelabuhan Tangshan, China.
Kapal itu berangkat dari Napier, Selandia Baru.
Hasil penyisiran, penjaga pantai Jepang menemukan salah satu orang awak kapal tersebut.
“Kami diberitahu oleh kementerian pertahanan bahwa seseorang yang mengenakan jaket pelampung ditemukan,” ujar penjaga pantai itu, kutip the Philippine Star.
Saat ditemukan, kondisi dan identitas korban sudah tak jelas.
Dari pesawat, mereka juga melihat sebuah perahu karet, namun belum bisa memastikan apakah itu milik kapal.
Media lokal Jepang juga mengatakan kapal itu membawa 5.800 sapi.
news_share_descriptionsubscription_contact
