Hayati Nupus
25 Juni 2020•Update: 25 Juni 2020
JAKARTA
Maskapai penerbangan Jetstar Asia memangkas 180 orang atau seperempat tenaga kerja di Singapura mulai Juli.
Kepala eksekutif Jetstar Asia Bara Pasupathi mengatakan ini adalah keputusan sulit namun harus dilakukan agar maskapai tetap dapat beroperasi dengan tarif penerbangan terjangkau.
Sementara itu, Qantas Group, pemilik 49 persen saham Jetstar Asia, menambahkan bahwa ini bukan pemangkasan terakhir.
Qantas Group telah membuat perencanaan untuk tiga tahun mendatang, termasuk merumahkan 6.000 orang dari berbagai divisi pekerjaan, mulai dari penanggung jawab bagasi hingga pilot yang tidak terbang.
Bara merincikan bahwa lima pesawat Airbus A320 dari armada Jetstar Asia akan pensiun, sementara sejumlah kapal udara sewaan akan dikembalikan.
Artinya, lanjut Bara, sekitar 220 pilot harus dirumahkan.
““Pasar perjalanan akan sangat berbeda, jadi penting agar kami berubah dan beradaptasi,” ujar Bara, kutip the Strait Times, hari ini.
April lalu, Singapura mengucurkan bantuan dalam Skema Dukungan Pekerjaan Pemerintah, termasuk kepada sektor penerbangan dan pariwisata.
Bantuan berupa 75 persen dukungan upah selama sembilan bulan itu cukup melegakan namun belum cukup.
Qantas Group masih harus mencapai titik impas untuk tahun keuangan yang berakhir pada September, sementara pendapatan menurun tajam karena pandemi Covid-19.