Devina Halim
15 Juni 2021•Update: 15 Juni 2021
JAKARTA
Filipina kembali memperpanjang penangguhan pembatalan Perjanjian Kunjungan Pasukan (VFA) dengan Amerika Serikat selama enam bulan ke depan.
Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin Jr menyampaikan hal tersebut setelah bertemu dengan Presiden Filipina Rodrigo Duterte dan Duta Besar Filipina untuk AS Jose Manuel Romualdez.
Locsin mengungkapkan keputusan penangguhan tersebut diambil agar dapat mempelajari lebih lanjut mengenai perjanjian tersebut.
“Dan kedua belah pihak membahas lebih lanjut keprihatinannya terkait aspek tertentu dari perjanjian tersebut,” kata Locsin lewat rekaman video, dikutip Selasa.
Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana mendukung keputusan penundaan tersebut.
Delfin mengungkapkan pihaknya akan mempelajari kembali perjanjian tersebut guna membantu presiden mengambil keputusan.
“Dengan tambahan enam bulan, kami akan meninjau lebih lanjut pro dan kontra dari VFA,” kata Delfin dalam pernyataannya.
Ini merupakan kali ketiga Filipina memperpanjang penangguhan penarikan VFA, yang akan berakhir pada Agustus 2021 jika Duterte tidak melanjutkan perjanjian.
Pada Februari 2020, Filipina menarik perjanjian VFA karena beragam faktor, termasuk pembatalan visa senator Ronald Dela Rosa oleh AS dan campur tangan negeri Paman Sam itu dalam urusan internal.
Lalu, Juni 2020, Duterte menangguhkan proses penarikan VFA hingga Desember, “sehubungan dengan perkembangan politik dan lainnya.”
Filipina kemudian memperpanjang penangguhan penarikan VFA pada November 2020.
Adapun perjanjian VFA memungkinkan pasukan kedua negara untuk menggelar latihan militer bersama di Filipina.
Sejumlah pihak menganggap VFA sebagai salah satu langkah untuk menghalangi klaim China atas Laut China Selatan, termasuk di Laut Filipina Barat.