Ayhan Simsek
BERLIN, Jerman
Blok konservatif Kanselir Jerman Angela Merkel dan Partai Demokrat Sosial mencapai kesepakatan pada Rabu untuk membentuk pemerintahan "koalisi besar" setelah menghadapi jalan buntu selama 136 hari.
Setelah mengadakan pertemuan selama 24 jam, Merkel mengatakan mereka berhasil membuka jalan untuk pemerintah koalisi yang sanggup menjawab kebutuhan dan masalah yang dihadapi negara.
"Saya yakin perjanjian koalisi ini akan menjadi kerangka untuk pemerintah koalisi yang baik dan stabil yang dibutuhkan negara ini," jelasnya.
Sebagai kompromi, Partai Demokrat Kristen (CDU) yang mengusung Merkel harus melepas beberapa posisi penting, seperti posisi Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan.
Sekutu mereka, Partai CSU memenangkan empat posisi penting, termasuk di Kementerian Dalam Negeri. Partai Demokrat Sosial (SPD) yang awalnya tidak ingin bergabung dalam koalisi, memenangkan enam posisi kementerian.
Media lokal melaporkan pemimpin SPD Martin Schulz berkesempatan menjadi Menteri Luar Negeri untuk Jerman.
Schulz menekankan pada Rabu bahwa koalisi besar di pemerintahan ini akan berfokus untuk menguatkan Uni Eropa (UE).
"Jerman akan kembali mengambil peran aktif dan memimpin UE," ucapnya dalam konferensi pers.
Turki: Partner penting, tapi butuh progres
Dalam kontrak koalisi pemerintahan ini, partai CDU/CSU pendukung Merkel dan SPD menggarisbawahi keinginan mereka untuk menciptakan "hubungan baik" dengan Turki.
"Turki adalah partner penting untuk Jerman dan negara tetangga UE, yang dengannya kami memiliki hubungan dari berbagai segi. Oleh karena itu, memiliki hubungan baik dengan Turki adalah niat kami," tulis dokumen tersebut.
Meski pernah menyebutkan akan menghentikan proses aplikasi Turki menjadi negara anggota UE, koalisi ini setuju untuk menghindari proses kekerasan.
Namun mereka menekankan tidak akan membuka tahap baru dalam perbincangan keanggotaan Turki di UE kecuali Ankara bisa menjawab kritik UE dalam beberapa masalah seperti demokrasi, sistem hukum, dan hak asasi.
Dokumen koalisi tersebut juga mengemukakan harapan Ankara untuk Uni Bea Cukai UE-Turki dan perjalanan bebas visa ke Eropa akan bergantung pada langkah-langkah Ankara untuk memenuhi kewajibannya.
Mini referendum SPD
Koalisi baru ini masih harus disetujui oleh seluruh anggora SPD yang berkisar sebanyak 460.000 orang.
Surat suara untuk anggota SPD akan mulai dibagikan pada 20 Februari dan berakhir pada 2 Maret.
Hasilnya, menurut pejabat partai, kaan diumumkan pada 4 Maret.
Organisasi pemuda sayap kiri SPD, Jusos, sebelumnya menyatakan menentang pemerintahan koalisi dengan Partai Demokrat Kristen, dan menyerukan reformasi di dalam partai tersebut.
September lalu, Partai Demokrat Sosial memperoleh hasil pemilihan umum terburuk dalam beberapa dekade, namun tetap menjadi partai terbesar kedua di parlemen.
Banyak anggota Partai Demokrat Sosial yang menyalahkan hasil buruk ini pada keanggotaan partai tersebut dalam "koalisi besar" sebelumnya.
news_share_descriptionsubscription_contact

