Marıa Elısa Hospıta
26 Januari 2020•Update: 27 Januari 2020
Fatih Erel
ISTANBUL
Bintang tenis Caroline Wozniacki resmi mengakhiri karier 15 tahunnya di umur 29 tahun.
Dia mengakui ingin lebih aktif meningkatkan kesadaran tentang penyakit yang dideritanya, rheumatoid arthritis atau radang sendi, yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringannya sendiri.
Radang sendi ini menimbulkan bengkak, kaku, dan nyeri pada sendi sang penderita.
"Saya telah berlaga sejak masih berusia 15 tahun. Itu adalah babak kehidupan saya yang luar biasa," ujar Wozniacki usai dikalahkan oleh petenis Tunisia Ons Jabeur di Australia Open 2020.
"Saya terus-menerus meyakinkan diri saya sendiri. Jika waktunya tiba, jika ada hal-hal yang ingin saya lakukan selain tenis, maka itulah saat yang tepat untuk saya berhenti. Beberapa bulan terakhir, saya menyadari ada banyak hal yang ingin saya capai di luar lapangan," tutur petenis asal Denmark itu.
Wozniacki juga mengungkapkan kebahagiaannya telah menikahi suaminya, David, dan dia ingin berkeliling dunia untuk meningkatkan kesadaran global tentang rheumatoid arthritis.
Petenis yang debut pada 2005 itu menyabet gelar WTA pertamanya pada 2008, yang juga merupakan kemenangan pertama oleh petenis putri Denmark.
"Saya mengucapkan selamat untuk Caroline atas kariernya yang luar biasa. Prestasinya selama ini membanggakan dunia tenis," kata Chairman dan CEO Asosiasi Tenis Wanita (WTA) Steve Simon pada Jumat.