Nani Afrida
25 Maret 2020•Update: 26 Maret 2020
Emre Asikci
ANKARA
Komite Paralimpik Internasional (IPC) mengatakan pada Selasa bahwa mereka menyambut keputusan untuk menunda Olimpiade Tokyo dan Paralimpiade 2020 di tengah merebaknya wabah virus korona.
“Terus bermimpi untuk melakukan Olimpiade di Tokyo tahun ini tidak masuk akal; penundaan adalah satu-satunya pilihan logis, "kata ketua IPC Andrew Parsons di situs web komite.
"Ketika Paralympic Games benar-benar dilakukan di Tokyo tahun depan, even itu akan menjadi perayaan global yang spektakuler tentang bagaimana umat manusia bersatu padu," tambahnya.
Komisi Atlit Komite Olimpiade Internasional juga mendukung keputusan tersebut.
"Komisi Atlit IOC menyambut dan mendukung penuh keputusan IOC untuk menunda Pertandingan Olimpiade Tokyo 2020 hingga 2021 untuk melindungi kesehatan para atlet, serta masyarakat luas," katanya dalam sebuah pernyataan.
Beberapa komite Olimpiade termasuk Komite Olimpiade Eropa, Asosiasi Komite Olimpiade Nasional, Dewan Olimpiade Asia dan Asosiasi Komite Olimpiade Nasional Afrika juga menyambut keputusan tersebut dalam pernyataan bersama di situs resmi Komite Olimpiade Internasional (IOC).
Turki menyuarakan dukungan untuk keputusan
Federasi Gulat Turki mengatakan ketidakpastian tentang olimpiade telah mempengaruhi atlet Turki secara negatif dan mereka merasa lega dengan keputusan itu.
"Semua atlet yang terlibat Olimpiade telah mengharapkan keputusan ini, dan saya menyetujui keputusan yang telah dibuat," kata pegulat peraih medali emas Olimpiade Taha Akgul.
Pelari kelahiran Turki, Yasmani Copello Escobar, peraih medali perunggu di Olimpiade 2016 di trek dan lapangan, mengatakan di Twitter: "Keselamatan dulu. Saya akan kembali dengan lebih kuat. Tetap disini."
IOC dan pemerintah Jepang mengatakan pada hari Selasa dalam sebuah pernyataan bersama bahwa mereka telah setuju untuk menunda Olimpiade Tokyo 2020 selama satu tahun karena dunia sedang berperang dengan virus korona.
Jepang mengkonfirmasi 1.193 kasus virus korona, dengan angka kematian mencapai 43 orang, kata data yang dikumpulkan oleh Johns Hopkins University yang berbasis di AS.
Setelah muncul di Wuhan, Cina Desember lalu, virus korona yang secara resmi dikenal sebagai Covid -19, telah menyebar ke setidaknya 169 negara dan wilayah.
WHO telah menyatakannya sebagai pandemi.
Dari lebih dari 417.000 kasus yang dikonfirmasi di seluruh dunia, jumlah kematian sekarang melebihi 18.600, sementara hampir 108.000 telah pulih.