Muhammad Nazarudin Latief
13 April 2020•Update: 14 April 2020
JAKARTA
Pemerintah di negara-negara yang terjangkit pandemi Covid-19 diminta tidak mengesampingkan program-program untuk anak-anak, karena mereka termasuk di antara korban yang paling parah terkena dampak.
Direktur Eksekutif UNICEF, lembaga PBB untuk anak-anak, Henrietta Fore mengatakan pemerintah harus menahan diri untuk tidak mengurangi investasi untuk anak-anak pada saat potensi resesi global terjadi di depan mata.
“Peningkatan investasi dalam pendidikan, perlindungan anak, kesehatan dan gizi, dan air dan sanitasi justru akan membantu dunia mengurangi kerusakan yang disebabkan oleh krisis ini dan menghindari krisis di masa depan,” ujar dia dalam pernyataan media, Senin.
Menurut dia, sistem kesehatan yang paling lemah akan menjadi ukuran seberapa baik bisa mengatasi ancaman di masa depan.
“Anak-anak dan remaja tidak hanya tertular Covid-19, tetapi mereka juga termasuk di antara korban yang paling parah terkena dampaknya,” ujar dia.
Menurut dia pandemi Covid-19 ini akan membuat sistem kesehatan di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah akan kewalahan, serta bisa merusak keberhasilan dalam program kelangsungan hidup anak, kesehatan, nutrisi dan pembangunan selama beberapa dekade terakhir.
“Kami sudah melihat gangguan dalam layanan imunisasi, mengancam berjangkitnya penyakit yang sudah ada vaksinnya, seperti polio, campak, dan kolera,” ujar dia.
“Banyak bayi baru lahir, anak-anak, remaja dan ibu hamil yang terancam karena penyebab non-virus korona jika sistem layanan kesehatan nasional, yang sudah berada di bawah tekanan besar, menjadi benar-benar kewalahan.”
Menurut dia banyak program gizi yang terganggu, seperti juga program deteksi dini dan perawatan anak-anak yang kekurangan gizi.