Dandy Koswaraputra
26 Oktober 2018•Update: 27 Oktober 2018
JAKARTA
Sekitar 375.000 anak-anak masih membutuhkan bantuan dan berbagai layanan penting di Sulawesi Tengah setalah hampir satu bulan pasca-gempa bumi dan tsunami, kata satu lembaga PBB yang menaungi bidang anak, UNICEF.
Lebih dari 2.000 orang meninggal dunia karena gempa bumi, tsunami, dan tanah longsor serta likuefaksi, dan layanan utama untuk anak-anak termasuk sekolah dan pusat kesehatan masih belum bisa beroperasi, kata UNİCEF.
UNICEF mengatakan pihaknya terus bekerja dengan pemerintah Indonesia dan mitra lainnya untuk memberikan bantuan kepada anak-anak yang paling rentan.
Bantuan tersebut juga termasuk bantuan medis, air bersih, kebersihan dan sanitasi dasar, pendidikan, tempat tinggal, dan perlindungan.
“Hampir satu bulan setelah bencana, kehidupan ratusan ribu anak di Sulawesi Tengah masih jauh dari normal,” kata Debora Comini, Perwakilan UNICEF untuk Indonesia dalam keterangan pers-nya, Jumat.
Dia menambahkan anak-anak tetap tunawisma, putus sekolah dan membutuhkan dukungan psikosial untuk membantu mereka mengatasi trauma yang mereka alami.
Bersama dengan mitra pemerintah, kata Comini, UNICEF meningkatkan respons dalam membantu sebanyak mungkin anak dan secepat mungkin.
Lebih dari 1.500 sekolah rusak dan menyebabkan sekitar 184.000 pelajar yang tidak bisa belajar, kata dia.