Erric Permana
23 April 2021•Update: 23 April 2021
JAKARTA
TNI Angkatan Laut, pada Jumat, menyatakan mulai melakukan penyisiran di sembilan titik yang tersebar di sekitar 40 kilometer dari perairan Celukan Bawang Buleleng, Bali untuk mencari kapal selam KRI Nanggala-402.
Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Achmad Riad mengatakan di sembilan titik tersebut terdapat tumpahan minyak dan adanya sinyal yang mengindikasikan benda memiliki daya magnet sangat kuat.
TNI pun kata dia telah melakukan pembagian kelompok untuk melakukan penyisiran.
"Sehingga sekarang dilaksanakan pemantauan di wilayah tersebut dengan memanfaatkan kemampuan yang ada," ujar Achmad Riad dalam konferensi pers di Base Ops Ngurah Rai, Bali.
Bantuan dari negara sahabat akan tiba dalam waktu dekat di antaranya dari Singapura, Australia dan Amerika Serikat, kata dia.
Pesawat militer P-8 Poseidon milik AS diharapkan akan tiba pada malam atau Sabtu dini hari.
"Jadi sementara sampai saat ini belum bisa ditemukan [KRI Nanggala]," jelas Achmad Riad.
KRI Nanggala-402 yang sedang melaksanakan latihan penembakan torpedo di perairan Bali hilang kontak pada Rabu dini hari sekitar pukul 03.00 WIT.
Ada 53 awak di dalam kapal selam buatan tahun 1977 tersebut.
Menurut TNI pasokan cadangan oksigen di kapal selam itu hanya mampu bertahan hingga Sabtu dini hari nanti.