Nicky Aulia Widadio
29 Juli 2020•Update: 30 Juli 2020
JAKARTA
Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengatakan rasio kasus positif di Jakarta terus meningkat selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi.
Anggota Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah mengatakan positivity rate di DKI Jakarta kini melebihi 5 persen dalam dua pekan terakhir.
Pada 9-15 Juli 2020, DKI Jakarta mengetes 40.616 orang dengan jumlah kasus positif sebanyak 2.115 kasus atau 5,21 persen.
Satgas juga mencatat bahwa pada 16-22 Juli 2020 positivity rate DKI Jakarta meningkat menjadi 5,94 persen atau 2.474 kasus positif dari total 41.638 orang yang dites.
Padahal sebelum 9 Juli 2020, positivity rate berkisar di bawah 5 persen atau sesuai dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk melakukan transisi.
“Ini sudah alarming, berarti ada yang perlu kita tingkatkan seperti protokol kesehatannya harus lebih patuh dan disiplin lagi,” kata Dewi dalam telekonferensi di Graha BNPB, Jakarta, pada Rabu.
Dewi menuturkan kasus terbanyak berasal dari pasien yang datang ke rumah sakit (43 persen), kemudian dari komunitas sebanyak 39 persen, kemudian dari pekerja migran dan anak buah kapal sebanyak 5,8 persen.
Kasus positif di pasar menyumbang 4,35 persen, kemudian kasus di perkantoran menyumbang 3,6 persen.
Menurut Dewi, 57 persen total kasus yang ditemukan selama masa transisi didapatkan dari pencarian secara aktif lewat tes acak dan penelusuran kontak dari pasien positif.
Sementara itu, penelusuran berdasarkan klaster penularan justru didominasi oleh kasus-kasus transmisi lokal yang terjadi di pemukiman, yakni sebanyak 283 kasus.
Sebanyak 124 klaster ditemukan di fasilitas kesehatan, 107 klaster di pasar, dan sembilan klaster di rumah ibadah.