Nicky Aulia Widadio
06 Mei 2019•Update: 06 Mei 2019
Nicky Aulia Widadio
JAKARTA
Polisi menduga kelompok teroris yang dipimpin oleh terduga teroris berinisial SL berencana memanfaatkan momentum mobilisasi massa terkait Pemilu 2019 untuk menyerang polisi.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo menuturkan kelompok ini berencana memanfaatkan aksi massa untuk melakukan aksi teror atau bom bunuh diri.
“Mereka menghendaki seperti itu, apabila ada kejadian semacam people power itu sebagai sarana bagi kelompok mereka guna melaksanakan aksi teror,” jelas Dedi dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.
Mereka juga menargetkan menyerang polisi yang bertugas dan merampas senjata.
“Anggota polisi yang mengamankan lokasi dan masyarakat yang berkumpul, kalau mereka menyerang maka akan jatuh banyak korban,” kata Dedi.
Densus 88 tengah memantau secara intensif pergerakan dari kelompok-kelompok teror tersebut.
Densus telah menangkap delapan orang terduga teroris dalam satu pekan.
Pada Sabtu lalu, Densus 88 menangkap SL di Bekasi, Jawa Barat.
SL berafiliasi dengan Jaringan Ansharut Daulah (JAD) dan telah dalam pemantauan Densus 88 sejak 2014.
“Kelompok SL ini adalah jaringan terorisme yang terstruktur, artinya mereka sangat kuat dan telah dipantau dari tahun 2014,” tutur Dedi.
SL juga pernah mengikuti pertemuan JAD di Malang Jawa Timur dimana mereka merencanakan aksi bom Thamrin pada 14 Januari 2016 lalu dan melarikan diri pascakejadian,
Anggota dari kelompok SL juga terdeteksi berangkat ke Jakarta saat terjadi kerususan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, namun beberapa anggota kelompok tersebut ditangkap oleh Densus 88.