Nicky Aulia Widadio
05 Agustus 2019•Update: 06 Agustus 2019
Nicky Aulia Widadio
JAKARTA
Badan Reserse Kriminal Polri bersama PLN tengah menyelidiki padamnya listrik di wilayah Jakarta, Jawa Barat, Banten dan Jawa Tengah sejak Minggu siang.
Kepala Biro Penerangan Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan Direktorat Tindak Pidana Tertentu telah bekerja sama dengan PLN untuk menginvestigasi kejadian ini.
Penyelidikan itu akan fokus mencari tahu penyebab gangguan teknis yang berdampak cukup masif, apakah dipengaruhi oleh faktor alam, faktor teknis, atau ada unsur kesengajaan dari pihak tertentu.
“Proses pembuktian masih ditelusuri. Dugaan sementara ada gangguan di alur sutet Jateng, antara Pemalang dan Semarang. Faktor lain akan didalami semuanya," kata Dedi di Jakarta, Senin.
Polri akan memproses kasus ini lebih lanjut jika ditemukan ada unsur pidana yang menyebabkan gangguan, seperti kesengajaan pihak tertentu.
Pada 2012, Polri pernah menginvestigasi kasus ledakan pada pembangkit listrik di Suralaya, Cilegon, Banten dimana ada unsur kesengajaan dari pelaku sehingga dilanjutkan ke proses hukum.
Sejak minggu pagi lalu, wilayah Jakarta, sebagian Banten, sebagian Jawa Barat, dan sebagian Banten mengalami pemadaman listrik secara berbarengan.
Di Jakarta, hal itu berimbas pada terhentinya operasional transportasi umum seperti KRL dan MRT. Namun kedua jenis moda itu telah kembali beroperasi pada Senin.
Selain itu, listrik padam mengakibatkan sejumlah lampu pengatur lalu lintas di Bandung, Jawa Barat ikut mati. Polisi mengatur lalu lintas secara manual.
Jaringan telekomunikasi, salah satunya Telkomsel, juga sempat terganggu akibat gangguan pasokan listrik dari PLN.
Plt Direktur Utama PT PLN Sripeni Inten Cahyani mengatakan akan masih ada pemadaman bergilir di sejumlah wilayah hingga Senin sore karena PLN masih menormalisasi sistem jaringan listrik.