Polisi tembak mati tujuh anggota kelompok bersenjata Papua
Polisi juga menangkap seorang tenaga keamanan PT Freeport Indonesia yang diduga memberikan informasi kepada kelompok bersenjata

Jakarta Raya
JAKARTA
Polisi menembak mati tujuh orang yang diduga sebagai anggota kelompok bersenjata Papua pimpinan Lekagak Telenggen di Kabupaten Timika.
Kepala Bidang Humas Polda Papua Komisaris Besar AM Kamal mengatakan identitas dari tujuh orang yang ditembak mati oleh petugas yakni Lani Magai, Nopen Waker, Nico, Lera Magai, Tandi Kogoya, Manu Kogoya, dan Menderita Walia.
“Ada beberapa gangguan keamanan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata pimpinan Lekagak Telenggen,” kata Kamal melalui siaran pers, Rabu.
Peristiwa yang dimaksud antara lain penyanderaan terhadap tiga orang guru di Aroanop pada 15 Februari 2020, penembakan di Kampung Zipabera, Distrik Tembagapura pada 28 Februari 2020, serta penembakan terhadap karyawan PT Freeport Indonesia di area Kuala Kencana tanggal 30 Maret 2020.
Polisi juga menangkap seorang tenaga keamanan PT Freeport Indonesia yang diduga memberikan informasi kepada kelompok bersenjata.
“Hal ini dibuktikan dari keterangannya yang mengaku beberapa kali memberikan informasi kepada Lekagak Telenggen, Militer Murib, Abubakar Kogoya, Yunus Kobogau terkait informasi pergeseran pasukan maupun melaporkan update situasi posisi aparat keamanan,” jelas Kamal.
Polisi mengamankan sejumlah senjata dari penangkapan anggota kelompok bersenjata tersebut, antara lain senjata api rakitan laras panjang dan laras pendek beserta amunisinya.
Sejumlah senjata itu, menurut Kamal, merupakan hasil rampasan dari beberapa serangan di pos polisi pada 2012 dan 2014.
Polisi juga mengamankan sejumlah senjata tradisional seperti kampak, busur banah, parang, senapan angin, dan sebagainya.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.