Erric Permana
29 Agustus 2019•Update: 30 Agustus 2019
JAKARTA
Pemerintah menyatakan tidak memutus jaringan komunikasi selular di Jayapura, Papua, menyusul adanya aksi demonstrasi berujung ricuh di sana.
Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, terputusnya jaringan selular di sana akibat kabel koneksi antar BTS di Jayapura dibakar massa.
"Ada 313 BTS yang tidak berfungsi," kata Semuel pada Jumat.
Sebelumnya, kondisi Kota Jayapura di Papua dikabarkan lumpuh karena aksi unjuk rasa yang berujung ricuh.
Massa membakar kantor Majelis Rakyat Papua (MRP) dalam kericuhan itu.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) Wiranto mengonfirmasi kericuhan tersebut.