Muhammad Latief
JAKARTA
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dijadwalkan akan menerima gelar Honorary Doctor of Philosophy di bidang kebijakan pembangunan dari School of Public Policy, pekan ini.
Dia dianggap berjasa mendorong pertumbuhan sektor industri di Indonesia serta meningkatkan hubungan baik antara Indonesia dengan Korea Selatan.
Menteri Airlangga juga akan menandatangani pembentukan Working Level Joint Committee implementasi aktivitas kerja sama Industri 4.0 dengan National Research Center (NRC) Korea.
“Investasi dari Korea Selatan penting untuk mendukung kinerja ekonomi Indonesia,” ujar dia dalam siaran persnya, Selasa.
Menurut dia, kerja sama ekonomi Indonesia-Korea Selatan diharapkan semakin berkembang setelah perjanjian ini ditandatangani.
Hingga kini Indonesia mempunyai 10 kesepakatan kerja sama internasional dengan berbagai mitra di Korea.
Enam di antaranya merupakan kerja sama antara unit di lingkungan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dengan lembaga pemerintah di Korea Selatan.
Menteri Airlangga juga akan bertemu dengan salah satu perusahaan petrokimia yaitu Lotte Chemical Corporation, yang telah melakukan ground breaking pembangunan pabrik polyethylene di Cilegon dengan nilai investasi USD3,5 miliar.
“Pabrik ini diharapkan dapat mendukung pengurangan impor produk petrokimia hingga 60 persen.”
“Indonesia berpotensi menjadi pusat pertumbuhan industri petrokimia dan akan bisa lebih kompetitif di tingkat ASEAN dengan semakin meningkatnya investasi dan ekspansi dari sejumlah produsen di dalam negeri. “
Menteri Airlangga juga dijadwalkan akan bertemu dengan perusahaan otomotif asal Korea Selatan, Hyundai yang rencananya akan berinvestasi di Indonesia.
Persahabatan Indonesia – Republik Korea secara formal dimulai pada 1966 saat Korsel membuka konsulat pertama di Indonesia. Kerja sama lain dilakukan di bidang pendidikan, kebudayaan, kesenian, dan banyak lagi.
Kemajuan sektor bisnis dan ekonomi ditandai dengan beberapa kerja sama strategis yang sudah dilakukan, meliputi joint task force untuk mempromosikan kerja sama ekonomi.
Belakangan, kedua negara membentuk Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement yang menargetkan perdagangan bilateral hingga USD30 Miliar pada 2022 mendatang.
Selanjutnya, didirikan Korea-Indonesia Technology Cooperation Center untuk mendukung perusahaan-perusahaan Korea di Indonesia di area teknologi industri, implementasi riset dan program pembangunan bersama.
“Korea secara konsisten menjadi negara investor terbesar kelima dalam lima tahun terakhir, dengan investasi di sektor industri baja, permesinan, karet dan plastik, kayu, kimia, dan elektronika,” ujar dia.
news_share_descriptionsubscription_contact
