Maria Elisa Hospita
05 Januari 2018•Update: 06 Januari 2018
Alex Jensen
SEOUL
Kementerian Unifikasi Seoul hari ini mengumumkan bahwa Korea akan menggelar perundingan pada pekan depan, untuk pertama kalinya dalam dua tahun.
Korea Utara telah menerima tawaran Seoul untuk melaksanakan pertemuan 'tingkat tinggi' pada 9 Januari.
Konfirmasi tersebut diumumkan setelah pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengusulkan dialog saat perayaan Tahun Baru, yang kemudian menimbulkan spekulasi bahwa sanksi global telah memaksa Pyongyang untuk mengubah sikapnya.
Korea Utara telah menolak semua upaya dialog dari Presiden Korea Selatan Moon Jae-in sejak Moon dilantik pada Mei lalu, alih-alih meluncurkan serangkaian rudal balistik dan melakukan uji coba nuklir keenam.
Pertemuan tersebut diperkirakan hanya akan terbatas pada permohonan Kim agar negaranya dapat mengambil bagian dalam Olimpiade Musim Dingin di Korea Selatan bulan depan.
"Yang menjadi bahasan prioritas ialah partisipasi Korea Utara dalam Olimpiade Musim Dingin PyeongChang," kata seorang pejabat tinggi Korea Selatan, seperti dikutip oleh Kantor Berita Yonhap.
"Saya yakin akan ada diskusi terkait peningkatan hubungan Utara-Selatan setelah pembicaraan partisipasi Korea Utara di Olimpiade selesai," tambah sumber tersebut.
Sebelum atau selama Olimpiade, Seoul ingin menghindari provokasi Korea Utara.
Untuk mengurangi risiko provokasi Pyongyang, Korea Selatan dan Amerika Serikat pada Kamis sepakat untuk menunda latihan militer gabungan hingga Paralimpiade Musim Dingin selesai.
Sementara itu, pemerintah Korea Selatan bersikeras akan terus menjalin hubungan erat dengan AS.