Erric Permana
09 Juli 2019•Update: 10 Juli 2019
Erric Permana
JAKARTA
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyatakan TNI dan Polri hanya berperan sebanyak satu persen dalam membasmi teroris di dalam negeri.
Ryamizard menilai penanganan terhadap aksi kejahatan terorisme harus dilakukan dengan melibatkan seluruh rakyat Indonesia atau pertahanan semesta.
Dia mengatakan kekuatan rakyat Indonesia sangat berperan dalam memberantas ancaman terorisme.
"Sebanyak 99 persen kekuatan rakyat. Bela negara, itu adalah contoh nyatanya," ujar Menteri Pertahanan saat memberikan pidato dalam acara Simposium Penataan Wilayah Pertahanan Dalam Rangka Mewujudkan Pertahanan Negara yang Tangguh di Kementerian Pertahanan, Jakarta pada Selasa.
Dengan adanya ancaman yang terus bertambah, Menteri Pertahanan menyebut bahwa pertahanan semesta merupakan cara yang harus digunakan.
"Teroris harus menjadi musuh bersama-sama rakyat," kata dia.
Kementerian Pertahanan pun kata dia telah merancang strategi pertahanan negara yang berbasis perang semesta atau total warfare.
Perang semesta merupakan kombinasi yang sinergis antara pembangunan kekuatan hard power yang terdiri dari kekuatan rakyat dan TNI serta alat utama sistem pertahanan (Alutsista) dan kekuatan soft power yang terdiri dari mindset dan diplomasi pertahanan kawasan.
Hal ini kata mantan KSAD itu guna mengantisipasi 3 dimensi ancaman yaitu ancaman fisik yang nyata dan belum nyata serta ancaman non fisik yang dapat mengancam Idelogi Negara.