Nicky Aulia Widadio
24 Juli 2019•Update: 24 Juli 2019
Nicky Aulia Widadio
JAKARTA
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri akan bertemu Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pada Rabu, 23 Juli 2019.
Keduanya dijadwalkan bertemu di kediaman Megawati di kawasan Teuku Umar, Jakarta Pusat.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan pertemuan keduanya masih dalam konteks rekonsiliasi pasca Pemilihan Presiden 2019.
“Pertemuan tersebut menyangkut aspek mendasar, persahabatan antar pemimpin meski dalam pilihan politik berbeda, tetapi berkomitmen untuk berdialog dan meletakkan kepentingan bangsa dan negara di atas segalanya,” ujar Hasto, melalui keterangan tertulis, Rabu.
Menurut dia, pertemuan ini tidak perlu dimaknai sebagai pembentukan koalisi.
“Sebab terkait koalisi pasca-pilpres, fatsoennya harus dibahas bersama antara Presiden dengan seluruh ketua umum koalisi,” lanjut Hasto.
Hubungan Megawati dan Prabowo, lanjut Hasto, berjalan baik meski keduanya berada di dua kubu politik yang berseberangan pada Pilpres 2014 dan Pilpres 2019.
Keduanya memiliki sejarah berkoalisi pada Pilpres 2009 dimana Megawati dan Prabowo mencalonkan diri sebagai pasangan calon presiden-wakil presiden.
Megawati-Prabowo juga pernah berkoalisi dalam Pemilihan Gubernur DKI 2012 mencalonkan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Politikus Gerindra sekaligus Juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Miftah Sabri mengatakan pertemuan ini merupakan momentum kebangsaan antara kedua tokoh nasionalis.
Dia menyebut Prabowo, Megawati dan Presiden Joko Widodo sebagai “segitiga emas” dalam peta politik Indonesia.
“Pertemuan ini tentunya sebagai penanda segitiga emas ini masih ada, dengan tujuan menjaga NKRI, UUD 1945, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika,” ujar dia.