Pızaro Gozalı Idrus
03 Januari 2020•Update: 03 Januari 2020
JAKARTA
Ketua PP Muhammadiyah yang juga Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Yunahar Ilyas meninggal dunia di RS Sarjito Yogyakarta, Kamis malam.
Yunahar sempat mengalami gangguan kesehatan sebelum menghembuskan nafas terakhir.
Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Agus Taufiqurrahman mengatakan, Yunahar adalah sosok ulama besar yang berdedikasi sangat tinggi terhadap dakwah Islam.
"Bahkan, dalam kondisi kurang sehat pun beliau masih aktif berdakwah. Kajian dan karya-karya beliau selalu menginspirasi kami generasi di bawah beliau," kata Agus dalam keterangan resmi Muhammadiyah.
Agus mengatakan Yunahar dirawat di RS Sarjito sebagai persiapan untuk cangkok ginjal. Lalu kondisinya menurun hingga akhirnya dirawat di ICU.
Yunahar lahir di Bukittingi, Sumatera Barat, pada 22 September 1956. Almarhum menjadi anggota Muhammadiyah sejak 1986.
Dukungan bagi Turki
Yunahar juga adalah ulama yang memberikan perhatiannya kepada Turki dan dunia Islam.
Dia menegaskan sebagai negara berdaulat Turki memiliki hak untuk melindungi diri dari serangan kelompok teroris PKK/PYD.
Yunahar mengatakan perang antara Turki dengan kelompok teroris PKK/PYD bukanlah perang melawan Kurdi.
Ulama yang juga Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah ini mengaku pernah berdialog dengan perwakilan Kurdi saat menghadiri konferensi di Istanbul.
Saat itu, jelas Yunahar, perwakilan Kurdi menjelaskan bangsanya selalu mendukung pemerintah Erdogan.
“Tapi mereka takut bersuara karena akan menjadi sasaran PKK,” jelas Yunahar kepada Anadolu Agency pada 2018.
Yunahar Ilyas juga memuji keberanian presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam menghadapi arogansi negara-negara Barat yang seringkali menindas negara kecil, termasuk negara Islam.