Erric Permana
20 Mei 2021•Update: 21 Mei 2021
JAKARTA
Presiden Joko Widodo menyatakan tantangan dan permasalahan ruang digital di Indonesia semakin besar lantaran konten negatif terus bermunculan.
Bahkan, kata dia, kejahatan di ruang digital seperti penipuan, hoaks, eksploitasi seksual pada anak, ujaran kebencian, radikalisme terus meningkat.
Namun, dia tidak menyebut secara rinci terkait dengan data kejahatan di ruang digital tersebut.
"[Kejahatan itu] perlu terus diwaspadai karena mengancam persatuan dan kesatuan bangsa," ujar Joko Widodo saat meluncurkan Program Nasional Literasi Digital Nasional pada Kamis.
Dia meminta masyarakat untuk menekan konten negatif dengan memperbanyak konten positif di ruang digital.
Dia juga meminta agar terus meningkatkan kecakapan digital masyarakat agar mampu menciptakan konten kreatif yang mendidik dan menyerukan perdamaian.
"Internet harus mampu meningkatkan produktivitas masyarakat, membuat UMKM naik kelas, perbanyak UMKM masuk ke platform e-commerce," kata dia.
Sebelumnya, pemerintah meluncurkan program Literasi Digital Nasional berupa pelatihan secara virtual bagi masyarakat secara gratis.
Melalui pelatihan ini, masyarakat dapat mengembangkan pengetahuan dan kecakapan digital di tingkat dasar, seperti fotografi dan videografi, dan media sosial.
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate berharap setiap tahun program ini menjangkau lebih dari 12,4 juta partisipan pelatihan di 514 kabupaten kota di 34 provinsi di Indonesia.