Nasional

Istana gelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Peringatan yang digelar Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin dihadiri oleh sejumlah menteri serta duta besar negara sahabat, juga anak-anak panti asuhan

Erric Permana   | 08.11.2019
Istana gelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Wakil Presiden Indonesia Ma'ruf Amin menyampaikan pesan maulid dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jumat malam, 8 November 2019 (Istana - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

JAKARTA 

Pemerintah Indonesia memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Istana Negara, Jakarta pada Jumat malam.

Peringatan yang digelar Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin dihadiri oleh sejumlah menteri, duta besar negara sahabat, juga anak-anak panti asuhan.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, dalam acara ini Presiden Joko Widodo tidak memberikan sambutan.

Pada 2019, Wakil Presiden Ma'ruf Amin yang mendapat giliran untuk memberikan sambutan. 

Ma'ruf Amin yang juga dikenal sebagai ulama, dalam sambutannya mengatakan Nabi Muhammad SAW telah berhasil melakukan perubahan dalam waktu singkat.

Menurut dia, hanya dalam waktu 23 tahun, Nabi Muhammad SAW berhasil melakukan perubahan yang baik terhadap pola pikir dan juga perilaku manusia.

"Beliau melakukan perubahan dengan hati, ahlakul karimah, santun, karena itu Allah mengatakan, rahmat Allah yang diberikan kepadamu, kamu bisa berlaku santun kepada mereka, andaikata kamu kasar, keras hati, pasti mereka akan lari," kata Ma'ruf Amin di Istana Negara pada Jumat.

Itu sebab dalam pemerintahan yang baru ini, Indonesia ingin mencontoh perubahan yang dilakukan Nabi Muhammad SAW.

"Mengubah Indonesia menjadi Indonesia Maju. Indonesia Maju tergantung manusianya. Oleh karena itu maka pemerintah memprioritaskan pembangunan SDM sebagai prioritas," jelas dia.

"Manusia yang unggul yang ingin kita bangun adalah manusia yang sehat, cerdas, produktif, mempunyai daya saing, dan berahlakul karimah," tambah Ma'ruf.

Untuk mencapai hal itu, pemerintah akan terus membangun pelayanan kesehatan serta menekan angka gagal tumbuh atau stunting di Indonesia.

"Supaya tidak memberikan pengaruh SDM yang lemah membangun manusia yang cerdas melalui pendidikan. karena itu pemerintah akan lakukan reformasi pendidikan, baik formal maupun vokasi," tegas dia.

Pemerintah menginginkan untuk mampu mendorong tenaga kerja yang produktif dan memiliki daya saing.

Acara peringatan tersebut juga diisi dengan uraian hikmah dengan tema "Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Indonesia Unggul dan Maju" yang disampaikan oleh Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang Abdul Djamil.

Abdul Djamil dalam tausiahnya menjelaskan bahwa Nabi Muhammad selaku teladan umat mampu memimpin dan membawa umat mengubah orientasi kepentingan diri sendiri menjadi kepentingan bersama. 

Teladan yang ditunjukkan Rasulullah tersebut menjadi ikon transformasi yang berkaitan dengan perkembangan peradaban dewasa ini yang menuntut kerja keras, inovasi, dan kreativitas untuk kemajuan dan keunggulan bangsa.

"Artikulasi tokoh sentral seperti Nabi Muhammad dapat dipandang sebagai ikon panutan dalam memimpin umat yang percaya diri di tengah-tengah tantangan," ujar Abdul Djamil.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın