Nasional

Indonesia klaim di posisi 8 negara dengan vaksinasi Covid-19 terbanyak di dunia

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemberian vaksinasi di Indonesia saat ini telah mencapai 12,7 juta dosis

Erric Permana   | 05.04.2021
Indonesia klaim di posisi 8 negara dengan vaksinasi Covid-19 terbanyak di dunia Seorang tenaga medis menyuntikkan vaksin virus korona (Covid-19) di Puskesmas Palembang, Sumatera Selatan pada 30 Maret 2021. Sebanyak 1.200 calon jemaah haji asal Palembang menerima vaksinasi Covid-19. sebagai syarat haji ( MUHAMMAD A.F - Anadolu Agency )

Jakarta Raya

JAKARTA 

Pemerintah Indonesia mengklaim berada di posisi ke delapan negara dengan pemberian vaksin Covid-19 terbanyak di dunia.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemberian vaksinasi saat ini telah mencapai 12,7 juta dosis.

Menurut dia, angka ini meningkat 2,5 juta dari pekan lalu yang telah mencapai 10 juta dosis.

"Dalam satu minggu kita sudah bisa menambah 2,5 juta dosis vaksinasi per minggu," kata Budi Gunadi Sadikin usai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden pada Senin.

"Ini bagus untuk menjawab skeptis banyak majalah-majalah internasional terhadap Indonesia," tambah dia.

Meski demikian, dia mengakui dalam waktu dekat Indonesia akan mengalami perlambatan dalam pemberian vaksinasi.

Hal itu terjadi lantaran adanya embargo dari negara-negara produsen vaksin karena lonjakan kasus Covid-19.

'Negara yang memproduksi vaksin di lokasi-lokasi tersebut yang terjadi lonjakan ketiga atau 'third wave' mengarahkan agar vaksinnya tidak boleh keluar, hanya boleh dipakai di negara masing-masing," jelas dia.

Adanya embargo itu menyebabkan vaksin yang tersedia di Indonesia pada Maret dan April menurun dari sebelumnya 30 juta dosis menjadi 20 juta dosis, kata menteri kesehatan.

"Kita sedang negosiasi dengan produsen-produsen vaksin dan negara-negara produsen vaksin mudah-mudahan di bulan Mei bisa kembali normal," tambah Budi.



Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.