Nasional

Exodus mahasiswa Papua mencapai 835 orang

Selain karena informasi yang tidak hoax, exodus mahasiswa juga terjadi karena adanya selebaran Majelis Rakyat Papua (MRP)

Erric Permana   | 09.09.2019
Exodus mahasiswa Papua mencapai 835 orang Ilustrasi: Aksi demonstrasi warga Papua di Jakarta. (Eko Siswono Toyudho - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

JAKARTA

Pemerintah mencatat ada sekitar 835 mahasiswa asal Papua yang exodus dari kampus tempat studi di luar daerah Papua, menyusul adanya aksi unjuk rasa berujung ricuh akhir Agustus lalu.

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan exodus mahasiswa asal papua tersebut akibat adanya provokasi dan informasi yang tidak benar.

Selain karena informasi hoax, exodus mahasiswa terjadi karena adanya selebaran Majelis Rakyat Papua (MRP) pada 23 September 2019 yang meminta agar mahasiswa kembali ke tempat asalnya.

Namun beberapa hari kemudian kata Wiranto, MRP meralat dan meminta mahasiswa untuk melanjutkan studi di kampus masing-masing di luar Papua.

"Yang belum kembali jangan kembali, yang sudah kembali ke Papua dan Papua Barat balik lagi untuk melanjutkan studi," ujar Wiranto, di kantornya, pada Senin.

Pemerintah menegaskan akan menyediakan dua pesawata Hercules C-130 untuk mengantarkan kembali mahasiswa Papua ke luar daerah.

Setelah kembali ke kampusnya, pemerintah meminta kepada TNI dan Polri untuk terus menjalin komunikasi dengan mahasiswa Papua.

"Kita anjurkan dari pejabat kepolisian dan TNI nanti istilahnya, punya anak asuh," jelas dia.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın