Nicky Aulia Widadio
08 Juni 2020•Update: 09 Juni 2020
JAKARTA
Polisi menangkap tiga orang terduga teroris di Jawa Barat dan Kalimantan Selatan.
Dua orang di antaranya, berinisial AS dan TA, terkait dengan aksi teror di Polsek Daha Selatan, Kalimantan Selatan pada Senin lalu yang mengakibatkan satu orang polisi tewas dan dua orang terluka.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono mengatakan AS dan TA merupakan bagian dari kelompok Jamaah Asharut Daulah (JAD).
AS ditangkap di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan pada Jumat.
“Berdasarkan hasil penyelidikan, AS merupakan anggota JAD Kalimantan Selatan yang berperan memberikan ide kepada tim amaliyah untuk menyerang dengan target anggota polisi dan kantor polisi,” kata Awi di Jakarta, Senin.
AS juga membaiat empat orang lainnya untuk bergabung dengan organisasi tersebut.
Sementara itu, TA ditangkap pada Jumat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Awi mengatakan TA membentuk tim kecil JAD dan memberi anggotanya uang Rp500 ribu untuk membuat pedang samurai.
Dia telah membaiat lima orang untuk bergabung dengan kelompok JAD.
“TA juga mengetahui dan merencanakan aksi amaliyah penyerangan Polsek Daha Selatan,” tutur Awi.
Selain di Kalimantan Selatan, Densus 88 juga menangkap seorang terduga teroris berinisial M di Cirebon, Jawa Barat terkait jaringan Jamaah Islamiyah (JI) pada Kamis lalu.
“Berdasarkan penyelidikan diketahui bahwa M berperan sebagai pengkader serta membai’at untuk menjadi anggota JI,” jelas Awi.