Erric Permana
15 Januari 2021•Update: 18 Januari 2021
JAKARTA
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan ada kemungkinan terjadi gempa susulan di wilayah Majene dan sekitarnya Provinsi Sulawesi Barat.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati pada Jumat mengatakan gempa susulan diprediksi lebih mencapai kekuatan sebelumnya yakni M 6,2 atau lebih tinggi.
Bahkan kata dia, gempa susulan tersebut bisa berpotensi tsunami karena pusat gempa berada di pantai dan memungkinkan untuk terjadinya longsor bawah laut.
BMKG mengimbau masyarakat selain menghindari bangunan yang rentan juga menjauhi pantai jika terjadi kembali guncangan tanpa menunggu peringatan dini tsunami.
"Karena kejadian tsunaminya bisa sangat cepat," jelas Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers virtual.
Berdasarkan hasil analisa BMKG, gempa di Majene dan sekitarnya masuk dalam kategori gempa dangkal akibat dari aktivitas patahan lokal.
"Hasil analisis kami patahan tersebut merupakan mekanisme pergerakan naik," tambah dia.
Data Pusat Pengendali Operasi BNPB mencatat 4 orang tewas dan sekitar 637 warga mengalami luka-luka.
Sementara 3.000 lainnya mengungsi akibat gempa.
BPBD setempat terus melakukan pendataan dan kaji cepat di lapangan.
BPBD juga mencatat 62 unit rumah rusak, 1 unit puskesmas rusak berat, 1 kantor danramil Maluda rusak berat, jaringan listrik padam, komunikasi selular tidak stabil dan longsor 3 titik sepanjang jalan poros Majene – Mamuju.