Nasional

ACT Indonesia luncurkan program kurban ke 50 negara

Targetnya penerimanya 7,5 juta orang dari kalangan duafa, warga di wilayah konflik, dan korban bencana di dalam negeri dan luar negeri

Surya Fachrizal Aprianus   | 12.07.2019
ACT Indonesia luncurkan program kurban ke 50 negara Relawan peternak kambing Lumbung Wakaf Ternak ACT berfoto di depan kandang pembiakan di Sambong, Blora, Jawa Tengah, dalam peluncuran program Global Qurban 2019, pada 11 Juli 2019. (Surya Fahcrizal Aprianus - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

Surya Fachrizal Aprianus

BLORA

Menyambut Idul Adha 2019 (1440 H), lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) meluncurkan program Global Qurban di 50 negara.

Presiden Global Qurban ACT Hafit T Mas’ud mengatakan, wilayah program Global Qurban ACT meliputi negara-negara di Afrika, Asia Tenggara, Asia Tengah, Jazirah Arab, bahkan wilayah Balkan.

Negara yang dimaksud adalah negara yang dilanda konflik dan bencana. Seperti Suriah, Palestina, Yaman, Somalia, Sudan, Ethiopia, Kamerun, hingga etnis Rohingya yang mengungsi di Bangladesh dan yang masih berada di Rakhine, Myanmar.

Somalia misalnya, menjadi target distribusi daging kurban karena tingkat kemiskinan di negara itu mencapai 82% dari total penduduk, demikian penjelasan ACT.

Dalam keterangan pers, ACT mengatakan akan menyalurkan 100 ribu kurban setara kambing ke 50 negara dan 34 provinsi di Indonesia.

"Targetnya penerima mencapai 7,5 juta orang dari kalangan duafa, wilayah konflik, dan bencana," kata Wakil Presiden ACT Ibnu Khajar.

Hafit Masud menjelaskan, ACT berharap kurban dari rakyat Indonesia bisa meringankan penderitaan rakyat di negara-negara berkonflik yang telah berlangsung bertahun-tahun.

“Mudah-mudahan dengan kurban kita di sana bisa membuat mereka melupakan sejenak apa yang mereka hadapi,” kata Hafit.

Tahun ini program Global Qurban diluncurkan di Lumbung Ternak Wakaf (LTW), Sambong, Blora, Jawa Tengah, pada Kamis 11 Juli.

Lumbung Ternak Wakaf Sambong merupakan bagian dari Kawasan Wakaf Terpadu ACT di Blora. Penyediaan hewan kurban di LTW menyerap dan melibatkan peternak dan petani daerah untuk mengelola stok hewan kurban dengan pola pemberdayaan.

Presiden Global Wakaf, Imam Akbari mengungkapkan aset wakaf produktif dikelola secara optimal. Sehingga membawa ekonomi masyarakat setempat ke arah yang lebih baik.

Tahun lalu, Global Qurban dilakukan di Desa Nagela, Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Pemotongan hewan kurban untuk Global Qurban merupakan pengalaman perayaan Lebaran Kurban pertama bagi masyarakat sekitar saat itu.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın