Adelline Tri Putri Marcelline
12 Mei 2021•Update: 12 Mei 2021
JAKARTA
Kementerian Kesehatan merilis hasil survei tingkat kesediaan masyarakat Indonesia dalam mengikuti program vaksinasi Covid-19.
Hasilnya, sebanyak 80,8 persen responden bersedia menerima vaksin Covid-19.
Survei Gejala Covid-19 ini dilakukan pada 10 Januari hingga 31 Maret 2021 oleh University of Maryland dengan kemitraan bersama Facebook.
“Data yang akurat sangat penting dalam upaya penanggulangan Covid-19 dan formulasi kebijakan yang tepat untuk vaksin Covid-19,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi dalam keterangan tertulis, Rabu.
Dia menjelaskan, berdasarkan survei tersebut, keraguan masyarakat untuk mendapatkan vaksin telah menurun dari 28,6 persen menjadi 19,2 persen selama periode Januari-Maret 2021.
Oscar pun menyambut baik hasil survei dan menyatakan tingginya motivasi masyarakat untuk bersama-sama memutus rantai penularan Covid-19.
Dia juga menjelaskan, laporan Survei Gejala Covid-19 untuk Indonesia ini menganalisis data dari 178.988 responden dalam periode 10 Januari-31 Maret 2021.
Berdasarkan survei tersebut, sebanyak 42 persen dari orang dewasa yang ragu-ragu terhadap vaksin, memiliki alasan khawatir dengan efek samping.
Sementara ujar dia, sebanyak 34,9 persen ingin menunggu dan melihat situasi terlebih dulu sebagai alasan utama keraguan.
Secara khusus, kelompok usia muda adalah kelompok yang paling ragu akan vaksin, dengan kelompok usia 18-24 tahun sebesar 20,9 persen dan usia 25-34 tahun sebesar 21,4 persen, lanjut Oscar.
Selain itu, kata dia, Provinsi Riau dan Sumatera Selatan jadi provinsi yang memiliki keraguan tertinggi terhadap vaksin dengan kelompok usia, 18-24 tahun masing-masing sebesar 32,1 persen dan 31,7 persen.
Lanjut dia, sedangkan Banten dan Bali memiliki keraguan vaksin yang paling rendah di antara kelompok usia ini masing-masing sebesar 14,8 persen dan 13,3 persen.
Sementara itu, 86 persen orang Indonesia yang disurvei pada bulan Maret, melaporkan selalu atau sebagian besar mengenakan masker saat berada di depan umum.
“Penggunaan masker tertinggi di Bali yakni 92 persen dan terendah di Aceh yaitu 72 persen,” jelas Oscar.