JAKARTA
Indonesia mengumumkan jumlah pasien yang positif Covid-19 mencapai 172 kasus, 7 orang meninggal dunia dan 9 dinyatakan telah sembuh hingga Selasa.
Dengan demikian, kata juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, ada 38 kasus baru dari pengumuman sebelumnya pada Senin.
Achmad Yurianto mengatakan penambahan kasus terbanyak ada di DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Kepulauan Riau.
Dari total seluruh kasus yang dikonfirmasi, kasus terbanyak juga terjadi di Jakarta.
“Kita memaklumi pintu gerbang di DKI cukup besar, mobilitas penduduknya sangat tinggi, dan kemungkinan terjadinya kontak dari kasus positif yang kita dapatkan juga cukup besar,” kata Yuri dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.
Yuri menuturkan sembilan orang pasien yang sembuh sudah boleh dipulangkan.
Selain itu, ada beberapa pasien lagi yang telah menunjukkan hasil negatif pada pemeriksaan pertama. Jika hasil pemeriksaan kedua juga menyatakan negatif, maka pasien ini akan dibolehkan pulang.
Dia juga mengatakan bahwa ada beberapa puluh pasien dalam pemantauan yang hasil pemeriksaannya negatif dengan gejala tidak berat yang diminta melakukan isolasi mandiri di rumah.
“Ketentuan isolasi rumah sudah disosialisasikan ke masyarakat, sehingga tidak perlu khawatir harus merasa dirawat di rumah sakit. Ini bukan sesuatu yang sulit, sederhana, tapi butuh komitmen pasien dan keluarga,” ujar dia.
Pasien yang melakukan isolasi mandiri harus menggunakan masker, menjaga jarak dengan anggota keluarga lain, tidak menggunakan alat makan dan minum bersama, menjaga asupan gizi, serta tidak melakukan kontak tanpa perlindungan dengan keluarga.
Akan ada pertambahan pasien signifikan
Yuri mengatakan akan ada pertambahan pasien signifikan sebagai hasil penelusuran kontak terhadap pasien positif Covid-19.
Selain itu, masyarakat yang merasa memiliki kontak dekat dengan pasien positif juga mulai memeriksakan diri ke rumah sakit.
Sejauh ini, ada sekitar 2.300 spesimen yang telah diperiksa di laboratorium terkait Covid-19.
“Ini bergerak cepat. Dari hari per hari bisa menambah sampai 500 orang yang dilakukan pemeriksaan karena kapasitas laboratorium sudah ditambahkan,” kata Yuri.
Pemerintah telah melibatkan laboratorium penyakit menular Universitas Airlangga untuk memeriksa spesimen sehingga bisa memperpendek prosedur pengiriman spesimen dari rumah sakit ke laboratorium.
Dalam waktu dekat, laboratorium milik lembaga Eijkman dan Universitas Indonesia di Jakarta juga akan memiliki kewenangan untuk meneliti spesimen Covid-19.
Selanjutnya, pemeriksaan spesimen juga akan dilakukan di Balai Besar Teknologi Kesehatan Lingkungan (BBTKL) yang ada di Surabaya, Yogyakarta, Banjarbaru serta beberapa daerah lainnya.
Sebelumnya pemeriksaan spesimen Covid-19 dari seluruh Indonesia hanya terpusat di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian kesehatan di Jakarta.
Dengan penambahan kapasitas laboratorium di beberapa daerah, Yuri menuturkan proses pemeriksaan spesimen akan lebih cepat dan masif.
Indonesia juga sudah menerima 10 ribu alat tes Covid-19 sejauh ini, dan jumlahnya akan terus ditambah.
Yuri meminta masyarakat tidak panik dan mengikuti anjuran pemerintah untuk belajar, bekerja dan beribadah di rumah untuk mengurangi risiko kontak dengan orang yang terinfeksi Covid-19.
news_share_descriptionsubscription_contact
