Erric Permana
25 April 2018•Update: 26 April 2018
Erric Permana
JAKARTA
Tentara Nasional Indonesia (TNI) menilai kekuatan teroris di wilayah timur Indonesia saat ini semakin melemah. Itu sebab, Operasi Tinombala yang melibatkan TNI itu diperpanjang hingga 100 hari ke depan.
Kepala Pusat Penerangan TNI Brigjen TNI M Sabrar Fadhillah mengatakan meski kelompok teroris di sana semakin sedikit, namun TNI dan Polri tetap waspada untuk mencegah kelompok tersebut tidak berkembang kembali.
“Maka dilakukanlah operasi teritorial, pendekatan yang lebih humanis untuk semakin menyadarkan bahwa lebih bagus, lebih sejahtera bergabung dengan republik yang kita cintai ini,” ujar Sabrar di Jakarta pada Rabu.
Dia pun menyatakan tidak akan menambah jumlah kekuatan yang akan diturunkan dalam operasi itu. Jumlah pasukan yang akan diturunkan tersebut sama dengan jumlah kekuatan operasi sebelumnya.
“Hanya meneruskan saja, diperpanjang sedikit. Tapi makin lama kekuatannya makin dikurangi,” tambah dia.
Menurut dia, TNI-Polri patut waspada lantaran masih ada potensi berkembangnya kelompok tersebut dari pengaruh dunia internasional.
“Ini kaitannya juga ada dari dunia internasional. Nah itu juga harus dikawal dan dijaga supaya tidak ada pengaruhnya,” tambah dia.
Sebelumnya, Operasi Tinombala dilakukan di Poso, Sulawesi Tengah, yang bertujuan untuk menumpas kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso.