Erric Permana
03 Agustus 2018•Update: 04 Agustus 2018
Erric Permana
JAKARTA
Pemerintah akan membentuk tim teknis yang akan mengkaji pengadaan 11 Pesawat Sukhoi SU-35 dan kerja sama pembuatan pesawat tempur KFX/IFX dengan Korea Selatan.
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan tim tersebut nantinya akan membahas hal-hal teknis di antaranya mengenai anggaran serta alih teknologi kedua pesawat itu.
"Pembelian alutsista ini ternyata tidak semudah seperti kita membeli barang. Banyak sekali hal sampingan yang perlu kita tinjau lebih detail, juga bagaimana kita mendapatkan keuntungan dari proses pembelian," ujar Wiranto di kantornya.
Mengenai dibatalkannya proyek kerja sama pembuatan pesawat tempur KFX/IFX dengan Korea Selatan, Wiranto mengaku bakal akan melakukan pertemuan kembali untuk membahas hal itu. Dia mengakui ada banyak kemungkinan dalam kerja sama tersebut lantaran melibatkan hubungan antar kedua negara.
"Kita tidak hanya fokus masalah pembeliannya tapi juga menyangkut bagaimana perkembangan global yang juga tidak bisa kita abaikan," tambah dia.
Meski demikian, dia mengakui saat ini pemerintah tengah menata anggaran. Sebab, menurut dia banyak hal yang menjadi prioritas pemerintah selain pembelian alat utama sistem pertahanan (alutsista).
"Banyak kepentingan lain yang juga kita pikirkan. Misalnya bagaimana kita meningkatkan kemakmuran masyarakat, atau katakanlah angka kemiskinan menjadi berkurang," kata dia.
Pesawat Tempur KF-X dan IF-X merupakan pesawat tempur generasi 4.5 mengungguli pesawat tempur jenis F-16 dan F-18 buatan Amerika Serikat.
Dalam pembuatannya, Pemerintah Indonesia melibatkan PT Dirgantara Indonesia.
Pembiayaan proyek ini menggunakan skema 80 persen dari Pemerintah Korea Selatan dan 20 persen dari Pemerintah Indonesia.
Direncanakan, proyek pengembangan tersebut berjalan hingga 2026 mendatang. Anggaran yang dikeluarkan Indonesia sampai 2016 lalu untuk proyek tersebut menelan Rp21,6 triliun