Hayati Nupus
07 Januari 2019•Update: 08 Januari 2019
Hayati Nupus
JAKARTA
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengungkapkan Gunung Anak Krakatau mengalami 46 kali erupsi sejak Minggu hingga Senin pagi.
Kepala PVMBG Kasbani dalam siaran pers mengatakan berdasarkan rekaman seismograf, gunung tersebut juga mengeluarkan 37 kali gempa hembusan.
“Juga tremor dengan amplitudo 1-12 mm,” ujar Kasbani, Senin.
Sejak kemarin hingga pagi ini, lanjut Kasbani, visual gunung tampak jelas hingga tertutup kabut.
Terdapat asap kawah setinggi 1000 meter dari atas puncak, imbuh Kasbani.
Sedang angin, ujar Kasbani, bertiup sedang mengarah ke timur-laut dan timur.
PVMBG merekomendasikan agar masyarakat tidak beraktivitas di dalam radius 5 kilometer dari kawah.
Sedang kode Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA), tutur Kasbani, tercatat berwarna orange sejak Minggu pukul 17.34 WIB.
“Kode vona ini terkait erupsi dengan ketinggian kolom abu sekitar 1110 mdpl atau sekitar 1000 meter dari puncak, kolom abu bergerak ke arah timur,” ujar Kasbani.
Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau mulai meningkat sejak 18 Juni 2018. PVMBG menetapkan status gunung setinggi 110 mdpl tersebut pada level Siaga sejak 27 Desember 2018.
Dari 127 gunung api aktif di Indonesia, satu gunung berlevel Awas sejak 2 Juni 2015, yaitu Sinabung.
Empat lainnya berlevel Siaga, yaitu Gunung Agung, Bali, sejak 10 Februari 2018, Gunung Soputan, Sulawesi Utara sejak 3 Oktober 2018, Gunung Karangetang Sulawesi Utara sejak 20 Desember 2018 dan Gunung Anak Krakatau, Lampung, sejak 27 Desember 2018.