25 Juli 2017•Update: 26 Juli 2017
Ilkay Guder
DOHA
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah bertolak dari Qatar menuju Turki, Senin, menandakan berakhirnya tur dua hari ke negara-negara Teluk.
Erdogan telah bertemu dengan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani untuk membahas krisis Teluk.
Pimpinan Turki tersebut didampingi delegasi tinggi yang terdiri dari Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu, Menteri Ekonomi Nihat Zaybekci, Menteri Energi dan Sumber Daya Alam Berat Albayrak, Menteri Pertahanan Nurettin Canikli, Kepala Staf Militer Hulusi Akar, dan Kepala Organisasi Intelijen Nasional (MIT) Hakan Fidan.
Erdogan juga menggelar diskusi dengan pimpinan Arab Saudi dan Kuwait sebagai salah satu usaha penyelesaian krisis Teluk, karena dipicu memburuknya hubungan antara Qatar dan empat negara Arab yang menuding Doha mendukung terorisme.
Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, dan Bahrain telah memblokade daratan, laut, dan udara dari Qatar, serta mengajukan daftar permintaan pada Doha yang isinya meminta penutupan jaringan televisi Al-Jazeera dan menutup pangkalan militer Turki di Doha.
Doha membantah tuduhan terorisme tersebut dan menyatakan bahwa blokade adalah pelanggaran hukum internasional.
Dilaporkan oleh Ilkay Guder; Ditulis oleh Fatih Hafiz Mehmet