Adham Kako
03 November 2017•Update: 04 November 2017
Adham Kako
ANKARA
Syrian Network for Human Rights (SNHR) mengatakan sedikitnya 923 warga sipil tewas di Suriah pada bulan Oktober lalu.
Menurut laporan yang diterbitkan oleh SNHR, mereka yang tewas itu di antaranya adalah 143 perempuan dan 209 anak-anak. Mereka terbunuh akibat bentrokan-bentrokan antara rezim Assad, kelompok oposisi, organisasi teroris Daesh, kelompok PKK/PYD, tentara Rusia, koalisi internasional anti-Daesh, dan kelompok bersenjata anti-rezim Tahrir Syam.
Tercatat juga bahwa 398 warga sipil terbunuh oleh serangan rezim Assad, 78 diantaranya adalah anak-anak, 62 wanita. Dari serangan udara Rusia dan setidaknya 221 warga sipil tewas, 68 anak-anak dan dan 36 wanita.
Sedangkan dari serangan koalisi yang dipimpinan AS, sebanyak 71 warga sipil terbunuh, diantaranya 22 anak-anak dan 15 wanita. Dari serangan teroris PKK/PYD yang didukung oleh AS, 15 orang terbunuh, 7 di antaranya adalah wanita, dan dari serangan organisasi teroris Daesh sebanyak 162 warga sipil terbunuh, di antaranya 24 anak-anak dan 16 wanita.
Dalam laporan tesebut disebutkan, pada periode Januari-Oktober tahun ini di Suriah, lebih dari 9.000 warga sipil terbunuh.
SNHR mengimbau agar PBB melakukan penekanan terhadap Rusia, Iran, dan Lebanon untuk menghentikan dukungan persenjataan kepada rezim Assad.