Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Pemerintah Republik Federal Nepal akan membuka rute penerbangan langsung dari Kathmandu ke Jakarta dan Kathmandu-Yogyakarta. Penerbangan ini akan menggunakan maskapai Himalaya Airlines dan Garuda Indonesia
“Penerbangan langsung akan mempererat hubungan pariwisata dan keagamaan Nepal dan Indonesia, khususnya untuk agama Budha,” ujar Konsul Jenderal Kehormatan Nepal untuk Indonesia Bally Saputra, Rabu.
Dua negara ini memiliki keterikatan karena Budha lahir di Taman Lumbini, Nepal, dan candi Budha terbesar di dunia, Candi Borobudur, berada di Indonesia.
“Untuk itu, kami mendorong dibentuknya sister city antara Lumbini dan Magelang. Saat ini proposal tersebut sudah kami ajukan ke Kementerian Luar Negeri RI dan sedang dalam pembahasan,” urai Bally yang merupakan pengusaha properti Indonesia yang ditunjuk menjadi Konsul Jenderal Kehormatan Nepal untuk Indonesia selama tiga tahun ke depan.
Sektor kerja sama lain yang bisa dijajaki antar kedua negara adalah sektor investasi, khususnya bidang properti. Menurutnya, para pengembang Indonesia memiliki peluang besar masuk ke Nepal karena negara tersebut masih membutuhkan banyak hunian selain juga potensi pembangunan resort, hotel, apartemen, dan rumah sakit.
“Sebaliknya, beberapa investor Nepal juga membidik pembangunan hotel di kawasan sekitar candi Borobudur,” lanjut Bally.
Sebagai tindak lanjut kerja sama ekonomi kedua negara, awal November tahun ini akan diselenggarakan forum bisnis Indonesia-Nepal di Kathmandu, yang akan dihadiri Perdana Menteri Nepal Sher Bahadur Deuba.
Hubungan lambat
Meskipun hubungan bilateral Indonesia-Nepal sudah berlangsung sejak 1960, namun hubungan kedua negara ini berjalan sangat lambat. Bahkan, kantor Konsulat Jenderal (Konjen) Kehormatan Nepal di Jakarta baru resmi dibuka bulan ini.
“Kita akui pembukaan kantor Konjen Kehormatan di Jakarta agak terlambat. Padahal jarak penerbangan Kathmandu-Jakarta hanya tiga jam,” ujar Duta Besar Nepal untuk Malaysia, Indonesia, dan Filipina, Nirajan Man Singh Basnyat.
Nirajan berharap, keberadaan kantor Konjen Kehormatan mampu meningkatkan hubungan bilateral kedua negara, khususnya pada empat sektor utama yaitu perdagangan, politik, budaya, dan pariwisata.
“Pembukaan kantor Konjen Kehormatan ini akan menjadi jalan untuk pembukaan Kedutaan Besar Nepal di Jakarta dalam dua hingga tiga tahun ke depan,” jelas Nirajan.
Saat ini, tugas prioritas Konjen Kehormatan adalah menangani dan melayani kebutuhan warga Nepal di Indonesia dan pengurusan visa untuk warga Indonesia yang ingin ke Nepal.